Koma.id– Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta CEO Danantara, Rosan Roeslani, mencicil pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh sebesar Rp2 triliun per tahun hingga seluruh kewajiban lunas.
Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas fiskal negara di tengah tingginya beban bunga proyek tersebut.
Menurut Purbaya, total bunga utang yang harus dibayar proyek Whoosh mencapai sekitar Rp2 triliun per tahun, sementara proyeksi pendapatan dari operasional kereta cepat itu hanya sekitar Rp1,5 triliun per tahun.
Sementara itu, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyatakan dukungan terhadap langkah tegas Menkeu. Menurutnya, proyek kereta cepat yang dibangun di era Presiden Joko Widodo itu telah menjadi beban berat bagi keuangan negara.
Mahfud menduga, membengkaknya nilai utang proyek Whoosh tidak terlepas dari praktik mark up dan perbedaan perhitungan antara Indonesia dan China dalam biaya operasional per kilometer.







