Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Olahraga

Nama Ameera Dicoret Sepekan Jelang Kejuaraan Dunia Senam, Pelatih Sebut Keputusan Tak Masuk Akal

Views
×

Nama Ameera Dicoret Sepekan Jelang Kejuaraan Dunia Senam, Pelatih Sebut Keputusan Tak Masuk Akal

Sebarkan artikel ini
Nama Ameera Dicoret Sepekan Jelang Kejuaraan Dunia Senam, Pelatih Sebut Keputusan Tak Masuk Akal
Pesenam Artistik Putri Indonesia, Ameera Rahmajanni Hariadi. (Foto/Istimewa)

Koma.id Pesenam artistik putri Indonesia, Ameera Rahmajanni Hariadi (19), dipastikan batal tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik Jakarta 2025. Namanya dicoret dari daftar peserta hanya sepekan sebelum ajang berlangsung, keputusan yang mengejutkan baik bagi sang atlet maupun pelatihnya.

Pelatih Ameera, Eva Novalina Butar Butar, menyebut keputusan tersebut diumumkan secara mendadak menjelang akhir pendaftaran. “Masih kecewa. Jahat banget. Kayak seminggu sebelum baru diputuskan,” kata Ameera, Sabtu (11/10), di GOR Radin Inten, Jakarta.

Silakan gulirkan ke bawah

Eva menjelaskan, nama Ameera dicoret oleh Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) dengan alasan tidak bisa tampil di seluruh nomor alat. Padahal sejak awal tahun, Ameera hanya diproyeksikan untuk tampil di balok keseimbangan dan palang bertingkat, dua alat yang selama ini menjadi spesialisasinya.

“Pertimbangannya kurang masuk akal. Ameera adalah pesenam terbaik di Indonesia untuk nomor palang bertingkat,” ujar Eva.

Keputusan ini muncul setelah Ameera mengalami cedera tulang metatarsal saat menjalani pemusatan latihan di Doha, Qatar. Karena cedera itu, ia sempat batal tampil di Piala Pharaoh 2025 di Kairo, Mesir, pada akhir September lalu.

“Ameera langsung diminta pulang ke Indonesia. Tapi setelah pulih, kami sudah konsultasi dengan dokter ortopedi dan dia siap tampil lagi. Waktu pemulihannya enam minggu,” kata Eva.

Menurut Eva, federasi semestinya memberikan kesempatan karena kondisi Ameera sudah pulih. “Kami yakin dia bisa tampil tepat waktu. Tapi keputusan penggantian justru keluar saat ia sudah siap,” tambahnya.

Pelatih asal Polandia, Przemyslaw Lis, yang turut melatih Ameera sejak dua bulan terakhir, menilai keputusan federasi kurang tepat. “Pesenam tidak harus menguasai seluruh alat. Banyak pesenam kelas dunia fokus pada satu alat dan berhasil sampai Olimpiade,” ujar Lis. Ia menilai keunggulan di satu alat justru lebih efektif daripada performa rata-rata di semua alat.

Lis juga menyebut Ameera memiliki potensi besar dan kemajuan pesat selama masa latihan. “Dia adalah pesenam terbaik, dan kehilangan ini besar bagi Indonesia,” katanya.

Eva menambahkan, keputusan mendadak itu dikhawatirkan berdampak pada kondisi psikologis Ameera. “Saya minta dia jangan terlalu kecewa. Tapi saya tahu itu tidak mudah,” ujarnya.

Padahal, Ameera semula diproyeksikan untuk mewakili Indonesia di Olimpiade Los Angeles 2028. Namun kini, ia memilih beristirahat sementara untuk memulihkan semangatnya.

“Aku terluka bukan karena cedera, tapi karena senam artistik adalah olahraga yang aku cintai dan aku geluti sejak kecil,” ujar Ameera.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.