Koma.id– Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, memberikan peringatan keras kepada pemerintah agar tidak mengabaikan gelombang demonstrasi yang terjadi belakangan ini. Igun menilai eskalasi unjuk rasa berpotensi semakin meluas jika pemerintah tidak segera menghadirkan kebijakan yang pro kepada rakyat.
Igun menyoroti peningkatan tensi unjuk rasa beberapa waktu terakhir. Ia mengingatkan pemerintah untuk mengambil pelajaran dari demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Nepal, yang dipicu oleh rakyat yang sudah mencapai puncak kesabaran atas perilaku pejabat yang korup dan tidak pro-rakyat.
Peringatan ini, menurut Igun, bukan tanpa sebab. Ia menyebut tragedi 28 Agustus 2025 yang menewaskan dua pengemudi ojol dalam aksi unjuk rasa bisa menjadi pemicu perlawanan yang lebih besar.
Peternak Menjerit Gegara Harga Telur Anjlok
Salah satu tuntutan utama para pengemudi adalah pencopotan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, yang dinilai tidak kompeten dan cenderung mengedepankan kepentingan ekosistem pebisnis daripada mendengarkan keluhan masyarakat, khususnya para driver ojol.







