Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Menkeu Purbaya Janjikan 2-3 Bulan Dari Sekarang Indonesia Cerah

Views
×

Menkeu Purbaya Janjikan 2-3 Bulan Dari Sekarang Indonesia Cerah

Sebarkan artikel ini
Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto/Istimewa)

Koma.id Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kondisi ekonomi nasional akan membaik dalam waktu dekat, setelah dirinya resmi dilantik sebagai Bendahara Negara oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang kan ekonomi sedang agak melambat. Kita sudah pelajari kelemahannya, ke depan akan kita perbaiki. Jadi itu enggak terlalu sulit memperbaikinya. Tapi Anda lihat nanti, mungkin dua bulan-tiga bulan dari sekarang, Indonesia cerah kelihatan lagi,” ujar Purbaya usai dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/9).

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menjelaskan arahan yang diberikan Prabowo adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi. Target 8 persen yang disampaikan Sang Kepala Negara disebutnya sebagai tantangan besar, tetapi tetap bisa dikejar secara bertahap.

“Fokusnya, katanya, ciptakan pertumbuhan secepatnya. Pertumbuhan ekonomi secepatnya utamanya. Beliau janji berapa? 8 persen. Dia bilang bisa enggak ya? Kita coba kejar,” ujarnya.

Menurut Purbaya, perlambatan ekonomi sudah terlihat sejak pertengahan tahun dan belum direspons cepat. Kondisi itu diperburuk oleh unjuk rasa yang belakangan terjadi. Ia menyebut pemulihan perlu segera dilakukan agar kepercayaan pasar kembali terjaga.

Purbaya juga menilai gejolak di pasar keuangan, mulai dari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga tekanan pada rupiah, masih dalam batas wajar. Ia yakin situasi bisa segera berbalik.

“Dalam seminggu-dua minggu pasti akan balik. Kalau IHSG anjlok, biasa mungkin takut. Tapi kan saya lama di pasar. Saya 15 tahun lebih di pasar. Jadi saya tahu betul bagaimana memperbaiki ekonomi,” katanya.

Meski mengaku deg-degan dengan permintaan target tinggi dari Prabowo, Purbaya menyebut pengalamannya sebagai ekonom lebih dari dua dekade menjadi modal menghadapi tantangan. Ia menekankan permintaan domestik yang besar akan tetap menjadi kekuatan utama Indonesia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.