Koma.id – Penyerahan simbolis “17+8 Tuntutan Rakyat” ke DPR yang semula akan dilaksanakan pada pagi hari ini diundur menjadi pukul 14.30 WIB. Ajakan ini dikonfirmasi melalui undangan resmi kepada rekan media oleh penyelenggara.
Aksi simbolis ini akan dihadiri sejumlah influencer dan aktivis, antara lain: Abigail Limuria, Andovi da Lopez, Andhyta F. Utami (Afu), Fathia Izzati, Jerome Polin, serta perwakilan organisasi sipil.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
Apa itu “17+8 Tuntutan Rakyat”?
Gerakan ini menjadi viral di media sosial sebagai bentuk rangkuman aspirasi publik yang berkembang dari gelombang unjuk rasa Agustus–September 2025. “17+8” sendiri melambangkan dua jenis tuntutan:
– 17 tuntutan jangka pendek, yang diharapkan direalisasikan dalam satu minggu (batas hingga 5 September 2025).
– 8 tuntutan jangka panjang, yang ditargetkan terealisasi dalam satu tahun ke depan.
Beberapa tuntutan pendek itu termasuk: pembentukan tim investigasi independen kasus kematian demonstran seperti Affan Kurniawan, penarikan TNI dari pengamanan sipil, dan transparansi anggaran DPR.
Latar Belakang Protes dan Makna Visual
Gerakan 17+8 lahir dari reaksi terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR, penindasan demonstran, dan krisis ekonomi. Warna pink dan hijau menjadi ikon perlawanan—pink mewakili keberanian rakyat, hijau sebagai penghormatan kepada Affan Kurniawan, ojek online yang tewas akibat tertabrak rantis Brimob.
Kelompok ini menyatakan bahwa tuntutan ini dirumuskan dalam waktu tiga jam oleh sejumlah influencer seperti Andovi da Lopez, Jerome Polin, dan lainnya, dengan tujuan menyatukan suara publik dalam satu platform.
Simak selengkapnya dalam jadwal baru penyerahan tuntutan ini pukul 14.30 WIB di depan pintu DPR RI. Perubahan waktu ini menjadi peluang bagi media untuk menyaksikan langsung momen simbolis penyaluran aspirasi rakyat secara damai.












