Koma.id– Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (25/8/2025), meninggalkan dampak serius bagi masyarakat. Tidak hanya fasilitas umum mengalami kerusakan, namun akses transportasi publik juga lumpuh dan mengganggu aktivitas warga.
Sejumlah koridor TransJakarta tersendat bahkan sampai ditutup akibat kericuhan, salahsatunya di Stasiun Palmerah. Penutupan ini membuat ribuan penumpang terlantar.
Taufik (29), petugas layanan TransJakarta di Stasiun Palmerah, mengaku layanan harus berhenti total sejak siang hingga malam hari.
“Mulai siang sampai malam terganggu nggak bisa ngapa-ngapain, orang enggak bisa naik ke Busway. Semua lumpuh jalan ditutup Busway nggak bisa beroperasi,” kata Taufik
Selain itu koridor TransJakarta di kawasan Slipi–Petamburan, sejumlah railingnya hancur, panel listrik rusak, hingga kontainer pun rusak. Kondisi ini memperburuk pelayanan publik yang seharusnya tetap berjalan.
“Kalau di Slipi Petamburan itu banyak yang hancur panel listrik sama container juga rusak,” ungkapnya.
Taufik menambahkan, sebagai masyarakat ia berharap aksi unjuk rasa tidak lagi merusak fasilitas umum, apabla ada mesin atau fasilitas rusak maka imbasnya sangat fatal bagi pelayanan publik.
“Harapan Kita fasilitas umum jangan dirusakin jangan sampai kena dampaknya soalnya kan kita ini kan sama-sama petugas, kita juga bingunng, mesin rusak kan terganggu gitu,” tandasnya.







