Koma.id | Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Nafa Urbach, menjadi sorotan publik usai menyampaikan dukungannya terhadap tunjangan perumahan anggota dewan yang mencapai Rp 50 juta per bulan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi siaran langsung di media sosial, di mana Nafa mengeluhkan kemacetan yang dialaminya saat menuju kompleks parlemen.
“Anggota dewan itu tidak dapat rumah jabatan. Banyak dari luar kota, jadi mereka kontrak di dekat Senayan supaya memudahkan ke kantor,” ujar Nafa dalam video yang diunggah ulang oleh akun @rumpi_gosip.
Nafa, yang kini duduk di Komisi IX DPR RI, menyebut dirinya tinggal di kawasan Bintaro dan kerap terjebak kemacetan selama lebih dari 30 menit dalam perjalanan menuju Senayan.
Peternak Menjerit Gegara Harga Telur Anjlok
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari warganet yang menilai alasan tersebut tidak relevan dengan besaran tunjangan yang diterima.
Sejumlah pengguna media sosial menyarankan Nafa untuk menggunakan transportasi umum seperti Commuter Line atau Transjakarta, mengikuti jejak rekannya sesama anggota DPR, Primus Yustisio, yang diketahui kerap menggunakan KRL dalam aktivitasnya.
“Dari Bintaro ke DPR RI bisa loh bebas macet. Kurang dari 60 menit juga sampai. Naik Commuter Line, Kak. Murah lagi, cuma Rp3.000,” tulis akun @arungbudoyo dalam sebuah unggahan yang viral di platform X.
Tak hanya itu, warganet juga menyarankan Nafa untuk mempertimbangkan tinggal di kawasan Jakarta Timur agar lebih dekat dengan kantor DPR dan menghemat biaya.
“Ngekos daerah Jaktim murah, Kak. Nggak sampai sehari Rp3 juta. Lain kali kalau adu nasib jangan sama rakyat ya, Kak,” tulis akun @hestywul.
Polemik ini mencuat di tengah sorotan publik terhadap transparansi dan efisiensi anggaran negara, khususnya terkait fasilitas dan tunjangan pejabat negara.







