Koma.id | Jakarta – Harga emas dunia menguat hampir 1% pada perdagangan Rabu (20/08) waktu setempat, didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Mengutip data CNBC, Kamis (21/08), harga emas di pasar spot naik 0,99% ke level USD 3.348,41 per ounce, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,89% menjadi USD 3.388,5 per ounce. Kenaikan ini terjadi setelah harga sempat menyentuh titik terendah sejak 1 Agustus.
Pelemahan dolar AS membuat emas batangan yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, mendorong permintaan terhadap logam mulia tersebut.
Kenaikan harga emas terjadi menjelang rilis risalah rapat kebijakan The Fed bulan Juli dan simposium ekonomi tahunan Jackson Hole yang dijadwalkan Jumat pekan ini. Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan menyampaikan pidato yang dinantikan pelaku pasar untuk mengukur arah suku bunga ke depan.
Sementara itu, perangkat CME FedWatch menunjukkan peluang penurunan suku bunga sebesar 85% pada September. Ketidakpastian politik turut memperkuat permintaan terhadap aset safe haven, menyusul desakan Presiden AS Donald Trump agar Gubernur The Fed Lisa Cook mengundurkan diri di tengah tuduhan penipuan hipotek.
Logam mulia lainnya turut mencatatkan kenaikan. Harga perak spot naik 1% menjadi USD 37,73 per ounce, platinum melonjak 2% ke USD 1.331,70, sementara paladium stabil di USD 1.115,92.
Di pasar domestik, harga emas batangan di PT Pegadaian (Persero) menunjukkan pergerakan beragam pada Kamis (21/08). Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp 1.957.000, turun Rp 7.000 dari hari sebelumnya. Sementara emas UBS ukuran 1 gram naik Rp 2.000 menjadi Rp 1.903.000.
Emas Galeri 24 ukuran 1 gram dijual Rp 1.876.000, melemah Rp 7.000 dibandingkan hari sebelumnya. Pegadaian merupakan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang rutin merilis harga logam mulia setiap hari.
Kenaikan harga emas dunia diperkirakan akan berdampak pada harga emas domestik dalam beberapa hari ke depan, seiring dinamika pasar global dan arah kebijakan moneter AS.








