Koma.id, Jakarta – Rencana pemblokiran game online Roblox menjadi sorotan tajam di tengah kekhawatiran publik soal dampaknya terhadap anak.
Dukungan politis kuat datang dari Wakil Ketua MPR dan Komisi X DPR, yang menilai konten Roblox “tidak mendidik” dan mendorong perilaku kekerasan. Fakta bahwa 65% anak usia sekolah bermain game minimal 4 jam sehari memperkuat urgensi pembatasan akses.
Apple Tingkatkan Target Produksi iPhone Lipat Jadi 10 Juta Unit, Siap Meluncur September 2026
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. Eddy berpandangan bahwa pemerintah sepertinya ingin memberikan batasan terhadap game-game online yang didapati unsur kekerasan. Dan game tsb tidak mendidik. Dan agak terlalu keras untuk kalangan anak-anak di bawah usia.
Senada disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendukung pelarangan permainan Roblox untuk anak-anak. Ia menyoroti fenomena anak sekarang yang menghabiskan waktu minimal 4 jam untuk menggunakan aplikasi game online.
Namun, sinyal pemerintah pusat justru belum tegas. Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan belum ada keputusan pemblokiran, sambil menunggu hasil evaluasi dari Ditjen Pengawasan Ruang Digital.
ESDM Pastikan B50 Tak Pengaruhi Harga Solar








