Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

BEM UI Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak RKUHAP di Depan DPR: “Hukum Bukan Milik Elite!”

Views
×

BEM UI Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak RKUHAP di Depan DPR: “Hukum Bukan Milik Elite!”

Sebarkan artikel ini
BEM UI Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak RKUHAP di Depan DPR: “Hukum Bukan Milik Elite!”
Aksi Demo Mahasiswa Tolak RKUHAP. (Foto/Istimewa)

Koma.id Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) di depan Gerbang Pancasila DPR-MPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025) siang.

Aksi dimulai sekitar pukul 14.10 WIB dengan jumlah massa sekitar 70 orang. Massa membawa spanduk bertuliskan “Semua Bisa Jadi Korban #TolakRKUHAP” serta mengenakan almamater kuning khas UI dan pita lengan hitam sebagai simbol perlawanan. Aksi ini dipimpin oleh Ketua BEM UI, Zayyid Sulthan Rahman.

Silakan gulirkan ke bawah

Tuntutan: RKUHAP Dinilai Cacat Substansi dan Proses

Dalam orasinya, Zayyid menegaskan bahwa aksi ini bukan dilandasi kebencian terhadap hukum, melainkan sebagai bentuk kecintaan terhadap keadilan. Ia menuding penyusunan RKUHAP dilakukan secara tertutup tanpa partisipasi publik yang layak.

“Draf ini disusun tanpa transparansi, tanpa partisipasi, dan tanpa menghormati suara publik. Apakah ini hukum yang lahir dari demokrasi? Tidak! Ini adalah produk dari ruang-ruang gelap kekuasaan yang anti-akuntabilitas,” tegas Zayyid dari atas mobil komando.

Mereka menuntut pembatalan total terhadap draf RKUHAP, bukan hanya penundaan. Beberapa poin yang dikritisi antara lain pasal yang dinilai membuka peluang TNI bertindak sebagai penyidik pidana umum, serta lemahnya perlindungan terhadap korban salah tangkap dan potensi kriminalisasi.

Serukan Keterlibatan Publik dan Good Governance

Aksi ini juga membawa semangat reformasi hukum berbasis prinsip good governance, transparansi, dan hak publik atas informasi. Para mahasiswa menilai bahwa produk hukum seharusnya tidak menjadi alat segelintir elite, melainkan lahir dari suara rakyat.

“Hukum bukan milik elite, hukum milik kita semua. Tarik drafnya sekarang juga!” teriak massa aksi disambut sorakan “Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat yang Melawan!”

Aksi Berlangsung Damai

Aksi berlangsung dengan damai menggunakan peralatan seperti toa, spanduk, dan kendaraan operasional. Mobil angkot serta satu minibus digunakan sebagai transportasi massa dari kampus menuju lokasi aksi. Pihak keamanan dari Kepolisian dan Pamdal DPR RI turut mengawasi jalannya kegiatan.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dan berjalan kondusif.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.