Koma.id | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan keselarasan pandangan antara Indonesia dan Brasil dalam berbagai isu geopolitik global, termasuk penyelesaian konflik dunia dan reformasi tata kelola internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Planalto, Brasilia.
“Dalam situasi geopolitik internasional saat ini, kami sepenuhnya sejalan dengan pemikiran Presiden Lula, dan saya berharap kita dapat terus mengoordinasikan sejumlah inisiatif penting yang perlu kita ambil bersama,” ujar Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan dukungan Indonesia terhadap pendekatan Brasil dalam mendorong penyelesaian damai di wilayah konflik. Ia menyatakan dukungannya terhadap gagasan Brasil mengenai pembentukan kelompok sahabat untuk mendorong gencatan senjata di Ukraina.
Terkait konflik di Timur Tengah, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap pendirian Brasil yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar yang adil dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Prabowo menyatakan dukungan terhadap agenda reformasi tata kelola global, khususnya dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menekankan pentingnya peningkatan representasi negara-negara besar baru dalam struktur internasional.
“Kita harus memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dan memimpin. Kita harus menggabungkan upaya dan menyatukan suara untuk mendorong reformasi ini bersama negara-negara lain seperti India, Afrika Selatan, Mesir, Nigeria, Jerman, Jepang, dan Meksiko,” tegas Prabowo.
Kunjungan kenegaraan ini juga menjadi momentum penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Brasil, serta penegasan komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.






