Diharapkan, setidaknya program Sekolah Rakyat berskema Asrama akan menjangkau 0,7 persen masyarakat yang memang berada di keluarga dengan level ekonomi rendah yang ekstrim.
“Keluarga yang dari tingkat kemiskinan ekstrem ini memang selama ini tidak tertampung juga dalam pendidikan reguler, walaupun pendidikan reguler sudah gratis, karena mereka betul-betul dalam keadaan yang sangat sulit, sehingga tanggung jawab ini harus diambil alih oleh negara dan mereka dimasukkan ke dalam sekolah rakyat,” paparnya.
Sementara itu dalam prospek pengentasan kemiskinan melalui sektor sosial ekonomi, Hasan Nasbi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan program Koperasi Desa Merah Putih. Rencananya, peluncuran program yang saat ini dikendalikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan tersebut bakal diresmikan pada tanggal 19 Juli 2025 mendatang dengan melibatkan 80 ribu kopersi desa secara nasional.
“Rencananya (Kopdes Merah Putih -red) akan di-launching oleh Presiden Prabowo Subianto di tanggal 19 Juli nanti. Tempatnya mungkin di Koperasi Desa di Klaten,” terang Hasan Nasbi.
Nah, dengan melaksanakan tiga program kerakyatan tersebut, Hasan Nasbi menyampaikan jika pemerinta berharap besar Indonesia tidak hanya sekedar merayakan kemerdekaan, akan tetapi mampu menciptakan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan secara merata.
“Ini yang disebut sebagai trisula Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan. Kita berharap dengan diluncurkannya program-program ini, pembangunan makin dirasakan merata dan kemerdekaan juga kita rasakan semakin nyata,” pungkasnya.













