Koma.id | Makkah – Suhu udara di wilayah Mekkah dan Madinah dilaporkan mencapai lebih dari 44 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca ekstrem ini membuat pihak otoritas dan penyelenggara perjalanan umrah mengimbau para jemaah untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan mengutamakan kesehatan.
Direktur Utama Asni Tour, H. Makkah Aziz, mengungkapkan bahwa cuaca panas telah menyebabkan sejumlah jemaah cepat kelelahan dan dehidrasi ringan. Ia meminta para jemaah untuk menaati imbauan pemerintah Arab Saudi agar mengurangi beraktivitas di luar hotel antara pukul 11.00 hingga 15.00 waktu setempat.
“Ibadah harus dijalankan dengan khusyuk, tapi tetap harus memperhatikan kondisi tubuh. Kami prioritaskan kesehatan seluruh jamaah,” ujar Aziz, rabu (02/07).
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa 7 Jam Terkait Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel
Badan Meteorologi Arab Saudi memprediksi suhu tinggi ini akan bertahan hingga akhir Agustus 2025. Selain suhu panas, wilayah tersebut juga terdampak angin kering yang berpotensi memicu iritasi kulit dan pernapasan.
Pihak penyelenggara travel juga telah menyesuaikan jadwal kegiatan ibadah dan ziarah untuk menghindari risiko kesehatan. Aktivitas lebih difokuskan pada malam hari atau setelah subuh.
Bagi Aziz, kunci sukses ibadah di musim panas bukan hanya niat yang kuat, tapi juga strategi yang cermat. Berikut tips yang ia dan tim Asni Tour berikan kepada para jemaah:
1. Gunakan pelembap dan sunscreen untuk melindungi kulit dari iritasi akibat angin kering.
2. Minum air setiap 30 menit meski tidak merasa haus, untuk menjaga cairan tubuh tetap seimbang.
3. Bawa payung atau topi bertepi lebar, terutama saat berjalan kaki menuju masjid.
4. Utamakan ibadah dalam ruangan dan tunda aktivitas ziarah luar jika tidak mendesak.
5. Kurangi frekuensi umrah sunnah berulang yang bisa menguras energi jemaah lanjut usia.
Di tengah tantangan cuaca ekstrem ini, semangat spiritual tetap menyala. “Kami lihat banyak jemaah yang tetap khusyuk, bahkan lebih kuat karena mereka tahu ini bagian dari perjuangan ibadah,” ujar Aziz.
Dengan suhu diperkirakan bertahan hingga akhir Agustus, pihak travel kini mengoptimalkan jadwal ibadah malam dan ziarah subuh untuk menghindari panas berlebih. Sementara itu, layanan konsultasi medis di hotel dan pemandu kesehatan diperketat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan insiden berat terkait cuaca ekstrem tersebut. Namun, tim medis dari masing-masing kelompok umrah terus disiagakan di setiap hotel dan lokasi ibadah.









