Koma.id | Jakarta – Menutup bulan Juni 2025, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai SPBU nasional, baik milik Pertamina, Shell, BP maupun Vivo, masih bertahan stabil. Namun di balik ketenangan itu, terselip sinyal perubahan yang bisa terjadi mulai 1 Juli mendatang.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengisyaratkan adanya kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
“Kami evaluasi, melihat pergerakan di akhir bulan ini. Nanti per 1 Juli seperti biasa akan ada penyesuaian untuk BBM non-subsidi,” ujarnya.
Sinyal ini muncul di tengah lonjakan harga minyak dunia sebagai dampak dari konflik Iran-Israel yang belum mereda. Kenaikan harga crude oil global berpotensi mendorong kenaikan harga eceran BBM nasional, khususnya untuk jenis non-subsidi seperti Pertamax, Dexlite, hingga produk-produk dari Shell dan Vivo.
Namun yang menarik, di sejumlah wilayah seperti Kota Padang, Sumatera Barat, Pertamina justru telah menurunkan harga BBM nonsubsidi dalam dua bulan terakhir. Misalnya, harga Pertamax RON 92 kini menjadi Rp12.700 per liter, sementara Dexlite CN51 turun hingga total Rp910 dalam dua kali penyesuaian harga.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Pertamina menyebut penyesuaian dilakukan berdasarkan harga rata-rata publikasi minyak internasional seperti MOPS atau Argus serta nilai tukar rupiah, demi menjaga harga tetap kompetitif dan realistis.
Respons dari masyarakat? Positif. Pengemudi ojek online hingga pelaku usaha katering di Padang menyambut baik penurunan harga ini karena mampu menekan pengeluaran dan menjaga stabilitas operasional harian mereka.
Meski demikian, publik di wilayah lain tetap bersikap waspada, terutama menghadapi 1 Juli yang berpotensi membawa kabar baru soal harga BBM. Bagi sebagian warga, hari-hari ini adalah momen untuk mengisi penuh tangki, berjaga-jaga sebelum ada kenaikan.









