Koma.id, Jakarta – Koordinator Pusat (Korpus) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Rakyat Bangkit Herianto membantah aksi Indonesia Gelap dan Tolak RUU TNI digerakkan oleh pihak tertentu seperti Marcella Santoso. Menurut Herianto, gerakan mahasiswa kala itu murni dari keresahan hati masyarakat.
Herianto juga menampik adanya pengarahan pendengung atau buzzer dalam jumlah besar untuk mengamplifikasi gerakan mahasiswa. “Aksi-aksi tersebut merupakan respon atas realita di lapangan,” kata Herianto seperti dilansir Tempo, Kamis, 19 Juni 2025.
Menurut Herianto, keterlibatan buzzer suruhan Marcella Santoso dalam aksi mahasiswa belum memiliki bukti-bukti yang valid. “Tuduhan bahwa aksi tersebut didanai atau diarahkan oleh pihak seperti Marcella Santoso belum dibuktikan secara faktual,” ujar Herianto.
Herianto memastikan bahwa BEM SI dan seluruh elemen gerakan mahasiswa lainnya sama sekali tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik apapun. “Kami tegaskan bahwa gerakan mahasiswa bukan alat siapa pun, tetapi lahir dari hati nurani,” ucapnya.
Sebelumnya tersangka kasus perintangan penyidikan, Marcella Santoso, menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya menyebarkan konten negatif yang dinilai menyudutkan Kejaksaan Agung. Permintaan maaf tersebut disampaikan Marcella Santoso dalam video singkat berdurasi 4 menit 41 detik yang diputar oleh Kejaksaan Agung saat konferensi pers, Selasa, 17 Juni 2025.
Dalam video itu, Marcella Santoso mengakui menyebarkan isu negatif tentang Jaksa Agung ST Burhanuddin, Jampidsus Febrie Adriansyah, Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar. Bahkan dia juga mengaku telah sengaja membuat isu negatif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama soal aksi Tolak RUU TNI dan Indonesia Gelap.
Namun belakangan Marcella Santoso mengklarafikasi bahwa dirinya tidak pernah memberikan instruksi perihal penyebaran konten negatif tentang isu Indonesia Gelap dan RUU TNI. “Saya enggak bikin soal RUU TNI, saya enggak bikin. Indonesia Gelap bukan saya yang bikin,” ujar dia, Rabu, 18 Juni 2025.
Ia memastikan tak membuat narasi isu Indonesia Gelap dan RUU TNI. Namun saat ditanya alasan mengakui membuat isu itu dalam video yang diputar oleh Kejaksaan Agung, Marcella Santoso bungkam. Dia tak menjelaskan pembuatan video tersebut dalam tekanan jaksa atau bukan.






