Koma.id – Masa tujuh bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai sudah cukup untuk mengevaluasi kinerja para pembantunya di Kabinet Merah Putih.
Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitnno pada Jumat (30/5/2025).
“Saya kira ini adalah waktu yang cukup sebenarnya untuk memberikan reward and punishment,” ujarnya.
Dia menyatakan, reshuffle kali ini penting dan menjadi atensi, karena para pembantu presiden sudah diberikan kesempatan untuk menunjukkan apakah mereka bisa bekerja sesuai dengan keinginan presiden atau tidak.
“Waktu tujuh bulan ini sebenarnya dilihat publik adalah waktu yang sangat pas dan cocok, apakah para pembantu presiden itu memang layak diganti atau dilanjutkan kepemimpinannya,” tambah Adi.
Dia menyatakan, dinamika politik dan ekonomi nasional serta gejolak di level internasional menuntut penyegaran kabinet, khususnya bagi menteri-menteri yang dianggap tidak memenuhi target dan ekspektasi presiden.
Selain itu, pembenahan juga perlu dilakukan agar visi dan misi presiden dapat diterjemahkan dan dituntaskan secara maksimal. “Visi, misi, dan keinginan presiden sebenarnya diarahkan untuk menyelesaikan problem-problem kebangsaan,” kata Adi.













