KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani merilis daftar kota toleran di Indonesia dalam kajian Indeks Kota Toleran atau IKT 2024. Dalam rilisnya itu, Salatiga menjadi kota paling toleran tahun 2024 dengan skor 6,544.
“Jika pada IKT 2023 dan sebelumnya, peringkat 1 diduduki Kota Singkawang, maka pada tahun 2024 diduduki Kota Salatiga dengan skor 6,544. Kota Salatiga naik 2 peringkat setelah sebelumnya pada IKT 2023 menempati peringkat ketiga,” kata Ismail Hasani dalam keterangannya, Selasa (27/5/2025).
Sementara di posisi kedua ada Singkawang dengan skor 6,420, kemudian ketiga adalah Semarang dengan skor 6,356, lalu di posisi keempat ada Magelang dengan skor 6,248. Lantas di posisi kelima ada Pematang Siantar dengan skor 6,115.
Kemudian di psisi keenam ada Sukabumi, berlanjut di posisi ketujuh ada Kota Bekasi, lalu Kediri, Manado, dan kesepuluh adalah Kupang.
Ismail Hasani menyatakan bahwa IKT tersebut memiliki dampak yang luas khususnya bagi para pemerintah daerah untuk berupaya menciptakan wilayah mereka yang kondusif.
“(IKT) kemampuannya mengerakkan elemen-elemen masyarakat, menggerakan elemen-elemen birokrasi, termasuk memprovokasi Walikota kemudian mereka berbenah terus menerus,” ujarnya.
Ia juga menyatakan akan terus mencatat pergerakan IKT tersebut dari tahun ke tahun. Apalagi ini adalah tahun ke-8 sejak indeks ini digarap oleh SETARA Institute pada tahun 2015 lalu.
“Kami mencatat beberapa kota yang tidak pernah menyerah, dari mulai awalnya dicaci-maki sebagai kota intoleran, kemudian bergerak, bergerak, bergerak mulai keluar dari zona merah, dan seterusnya, kita catat,” terangnya.
Oleh sebab itu, IKT tersebut akan terus digarap oleh SETARA Institute, karena disadari oleh Ismail Hasani, bahwa indeks tersebut kini bukan lagi menjadi kebutuhan lembaganya saja, akan tetapi sudah menjadi kebutuhan para pemimpin daerah.
“Apa pun yang terjadi, indeks kota toleran akan kita susun, kita kerjakan. Karena dia bukan lagi kebutuhan SETARA, tapi kebutuhan Republik,” pungkasnya.
Jika ada kota toleran, maka ada pula kota intoleran. Dalam catatan SETARA Institute yang diterima Holopis.com, ada 10 kota dengan skor toleransi terendah pada IKT 2024. Mereka antara lain ;
Terbawah :
– Pare Pare
– Cilegon
– Lhokseumawe
– Banda Aceh
– Pekanbaru
– Bandar Lampung
– Makassar
– Ternate
– Sabang
– Pagar Alam












