Koma.id– Tim investigasi TNI AD telah menuntaskan proses penyelidikan di lokasi ledakan gudang amunisi milik TNI di kawasan Garut, Jawa Barat. Seluruh tim kini telah kembali ke Jakarta guna menyusun laporan hasil temuan mereka.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Wahyu Yudhayana, menyampaikan bahwa garis polisi di area kejadian sudah resmi dicabut.
Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan perlunya evaluasi menyeluruh atas insiden tersebut agar peristiwa serupa tidak kembali membahayakan masyarakat sipil.
Ia juga menyarankan agar Komisi I DPR segera memanggil Panglima TNI dan jajaran terkait guna meminta pertanggungjawaban atas ledakan yang melibatkan amunisi kedaluwarsa itu.
Disisi lain, TNI AD menawarkan kesempatan bagi anak korban untuk bergabung menjadi bagian keluarga besar TNI. Namun, tawaran ini menuai kritik. Koalisi Masyarakat Sipil menilai langkah itu berisiko menyederhanakan akar persoalan dan mengabaikan hak-hak korban. Sejumlah organisasi sipil juga mendesak DPR membentuk tim pencari fakta independen dan memperketat pengawasan terhadap pengelolaan amunisi militer.
Mereka menekankan bahwa rekrutmen keluarga korban ke TNI harus tetap melalui jalur resmi, tanpa mengabaikan proses hukum.







