Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Mahasiswi SPG Dongkrak Penjualan Hewan Kurban, Strategi Kreatif Peternak di Bantul

Views
×

Mahasiswi SPG Dongkrak Penjualan Hewan Kurban, Strategi Kreatif Peternak di Bantul

Sebarkan artikel ini
Mahasiswi SPG Dongkrak Penjualan Hewan Kurban, Strategi Kreatif Peternak di Bantul

Koma.id | Bantul – Menjelang Idul Adha, peternak domba di Bantul terus berinovasi demi meningkatkan penjualan. Salah satunya adalah Adi Karnadi, pemilik kandang Mutiara Eva, yang memilih pendekatan unik dengan merekrut mahasiswi sebagai Sales Promotion Girl (SPG) dalam memasarkan hewan kurban. Strategi ini terbukti efektif, mendongkrak angka penjualan secara signifikan.

“Tahun ini saya ingin menunjukkan bahwa generasi muda bisa mencari uang dengan cara halal. Hanya dalam dua hari, sudah terjual 125 ekor,” ujar Adi saat ditemui di kandang ternaknya, selasa (13/05/25).

Silakan gulirkan ke bawah

Tidak sekadar strategi pemasaran, langkah ini juga menjadi sarana edukasi mengenai dunia peternakan. Dari puluhan pelamar, Adi menyeleksi empat mahasiswi terbaik untuk menjalankan konsep tersebut. Mereka berperan aktif dalam menjual kambing secara online dan offline, termasuk menyambangi warung-warung untuk menawarkan hewan kurban.

Mahasiswi SPG Dongkrak Penjualan Hewan Kurban
Mahasiswi SPG Dongkrak Penjualan Hewan Kurban

Salah satu SPG, Nia Putri, mengungkapkan bahwa pengalaman menjual hewan kurban telah memberikan tantangan sekaligus peluang baru.

“Awalnya saya coba-coba, ternyata hasilnya luar biasa. Pendapatan terus meningkat setiap tahun,” tuturnya.

Sistem kerja sama dilakukan dengan skema bagi hasil. Setiap ekor domba yang terjual, SPG memperoleh komisi Rp100.000. Jika dalam sehari mereka mampu menjual 10 ekor, ada bonus tambahan sebesar Rp300.000. Dengan demikian, pendapatan harian bisa mencapai Rp1,3 juta.

Meski sebelumnya konsep SPG sempat menuai kritik karena dianggap terlalu menonjolkan aspek penampilan, tahun ini Adi mengubah pendekatan dengan menerapkan busana kantoran yang lebih elegan dan profesional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa berjualan kambing pun bisa modern dan berbeda. Inilah diferensiasi kami,” jelasnya.

Tahun lalu, Mutiara Eva berhasil menjual 400 ekor domba. Tahun ini, target penjualannya meningkat hampir dua kali lipat menjadi 700 ekor. Harga per ekor berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp10 juta, dengan jaminan perawatan hingga H-1 Iduladha.

Gebrakan yang dilakukan Adi Karnadi membuktikan bahwa strategi pemasaran kreatif mampu memberikan hasil yang maksimal, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk mengenal dunia peternakan secara lebih luas. Dengan pendekatan yang lebih modern dan edukatif, ia berharap penjualan tahun ini mencapai target yang diinginkan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.