Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HeadlineKeamanan

Tokoh Agama Bondowoso Gus Nawawi Imbau Jangan Terprovokasi Polemik Fuad Plered

Views
×

Tokoh Agama Bondowoso Gus Nawawi Imbau Jangan Terprovokasi Polemik Fuad Plered

Sebarkan artikel ini
Pengasuh Ponpes Nurut Taqwa Bondowoso Apresiasi Kinerja Polri Amankan Natal dan Tahun Baru 2025

Koma.id Tokoh agama di Bondowoso, Gus Nawawi Maksum meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan polemik dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Fuad Plered terhadap Guru Tua.

Reaksi yang berlebihan tidak akan menjadi solusi dan jalan keluar. Tapi justru akan menimbulkan masalah baru.

Silakan gulirkan ke bawah

“Masyarakat harus menjaga kondusifitas dan menjaga persatuan. Jangan bereaksi berlebihan,” kata dia, dikutip Selasa (14/4/2025).

Gus Nawawi menyayangkan penghinaan terhadap penyebar Islam di Sulawesi tersebut. Namun masyarakat tetap harus bersikap bijak terhadap pernyataan Fuad Plered.

Sebab kata dia, reaksi yang berlebihan juga berpotensi merugikan Umat Islam. Sehingga Umat Islam harus tetap menahan diri dan tidak terjebak dalam narasi yang dapat memecah belah umat. “Mari kita sikapi persoalan ini dengan kepala dingin,” imbau dia.

Menurutnya, sepatutnya para ulama di Nusantara ini baik itu habaib atau kiai saling menghormati, dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa tidak terpancing oleh hal-hal untuk memecah belah bangsa.

“Kita wajib menjaga marwah para ulama. Tapi kita juga harus menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung akhlak dan kedamaian,” jelas dia.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak terjebak pernyataan tokoh yang mengajak perang dalam kasus ini. Jangan terprovokasi dengan Habib Rizieq yang mengajak perang,” tegas dia.

Dia meminta masyarakat memasrahkan kasus ini ke penegak hukum. Apalagi kabarnya telah ditangani Polda Sulawesi Tengah. Bahkan perkembangan terbaru, Polda Sulteng telah memeriksa 7 orang sebagai saksi.

Gus Nawawi meminta semua pihak untuk mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum.

“Jangan main hakim sendiri. Jika main hakim sendiri, justru berpotensi memperkeruh suasana dan merugikan banyak pihak,” tegas dia.

Namun dia berharap aparat hukum bergerak cepat mengambil langkah hukum atas dugaan tindak pidana SARA agar masyarakat merasa memperoleh keadilan.

Hukum yang adil juga diperlukan untuk memberikan efek jera terhadap setiap upaya provokasi yang berpotensi merusak harmoni dan persatuan.

“Langkah-langkah penegakan hukum perlu segera diambil secara profesional dan transparan, guna memberikan rasa keadilan serta menenangkan keresahan publik,” ucap dia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.