Koma.id, Jakarta – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China memicu fenomena baru di media sosial. Langkah Presiden AS Donald Trump yang menerapkan tarif impor hingga 145 persen terhadap produk China pada April 2025 memantik reaksi balik dari para produsen Negeri Tirai Bambu.
Sejumlah unggahan produsen asal China viral di media sosial TikTok usai mengungkap sejumlah brand mewah Barat seperti tas Hermès Birkin, Dior, hingga celana ketat Lululemon sebenarnya dibuat di China dengan biaya produksi yang jauh lebih murah dari harga jualnya.
Melalui video-video yang diberi label “Perang Dagang TikTok” dan “Produsen Tiongkok Tok”, mereka memamerkan proses produksi, detail harga unit, bahkan memberikan panduan bagaimana konsumen bisa memesan langsung dari pabrik, untuk menghindari harga ritel yang dibumbui merek.
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi keberangkatannya menuju Amerika Serikat untuk melakukan negosiasi soal tarif perdagangan yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Selain Airlangga, pemerintah juga mengirimkan anggota delegasi seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. Airlangga mengatakan kunjungannya itu sekaligus untuk menghadiri Spring Meeting yang diadakan World Bank.







