Koma.id– Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Pertemuan ini kemudian memantik respons luas di tengah publik dan elit politik nasional. Momen tersebut terjadi dalam suasana lebaran, dan langsung dikaitkan dengan potensi rekonsiliasi serta pergeseran peta komunikasi politik nasional pasca Pemilu 2024.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa pertemuan itu murni sebagai silaturahmi dan upaya merajut kebersamaan.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
Nada positif juga datang dari Partai Golkar. Sekjen DPP Partai Golkar, Sarmuji, menyebut bahwa pertemuan tersebut memiliki makna mendalam terlepas dari perbedaan posisi politik.
Sekarang Pejabat Gemar Bohong, Prof Romli Sampai Singgung Lebih Baik Ustadz Jadi Presiden
Di sisi relawan, Ketua Umum ReJO Pro Gibran, HM Darmizal, menyambut pertemuan itu sebagai angin segar dalam iklim politik nasional.
Tak ketinggalan, Presiden Joko Widodo juga memberi komentar positif atas pertemuan tersebut.
Meski belum ada sinyal konkret dari pertemuan tersebut terkait arah koalisi atau kebijakan strategis ke depan, namun kehadiran dua tokoh besar dalam satu forum silaturahmi politik dipandang publik sebagai pintu awal meredanya ketegangan politik pasca pilpres.







