Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaRagam

Surau Ka’bah di Agam: Destinasi Wisata Religi Baru yang Viral Jelang Ramadan

Views
×

Surau Ka’bah di Agam: Destinasi Wisata Religi Baru yang Viral Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Surau Ka’bah di Agam: Destinasi Wisata Religi Baru yang Viral Jelang Ramadan

Koma.id, Sumbar – Menjelang bulan suci Ramadan 2025, sebuah objek wisata religi bernama ‘Surau Ka’bah’ di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi viral dan diserbu wisatawan.

Ratusan warga dari berbagai majelis taklim dan pelajar ramai-ramai berfoto selfie dengan latar belakang bangunan mirip Ka’bah, berfoto bersama di dekat duplikat Hajar Aswad, hingga berfoto di samping tiruan makam Nabi Ibrahim AS.

Silakan gulirkan ke bawah

Bangunan unik yang berbentuk mirip Ka’bah di Makkah ini terletak di Nagari Panampuang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Menjelang masuknya bulan Ramadan, objek wisata religi ini semakin ramai dikunjungi wisatawan dalam beberapa pekan terakhir.

Bangunan bernama Surau Ka’bah Inyiak Tuah Islamic Center ini berdiri di atas lahan seluas satu hektar. Tempat ini dilengkapi dengan replika batu Hajar Aswad, duplikat makam Nabi Ibrahim AS dan memiliki ukuran 15 kali 15 meter dengan tinggi 14 meter.

“Jadi bangunan yang dibuat seperti Ka’bah ini akan mengundang pertanyaan dari anak-anak kita, ini apa nyaik? Ini yang Ka’bah itu. Ini apa? Ini Hajar Aswad. Ini apa, Nyaik? Makam Ibrahim. Sehingga kita bisa menceritakan pada mereka bagaimana Ka’bah ini yang sesungguhnya. Kenapa kita setiap hari menghadapkan wajah kita ke Ka’bah? Akhirnya mengingatkan mereka pada Allah seperti itu.” Ujar Benni Warlis, Pengelola Wisata Surau Ka’bah Inyiak Tuah.

Bangunan ini baru diresmikan pada Agustus 2024 dan dengan cepat menjadi viral berkat publikasi pengunjung di berbagai media sosial.

Tak hanya wisatawan majelis taklim asal Kabupaten Agam dan dari dalam Provinsi Sumatera Barat, objek wisata religi ini juga ramai dikunjungi wisatawan dari provinsi tetangga seperti Riau, Jambi, hingga Sumatera Utara. Bahkan, ada tamu mancanegara dari Malaysia yang juga berkunjung ke tempat ini.

Para wisatawan terlihat antusias berfoto dengan latar belakang bangunan Ka’bah, mengabadikan momen berdiri di samping spot Hajar Aswad dan makam Nabi Ibrahim.

Sementara di dalam surau, para wisatawan dapat beristirahat atau makan bersila sambil menonton festival sholawat para remaja.

“Di sini tempatnya bangkik dari surau. Bangkitnya generasi dari surau. Kalau kita dulu dikatakan kembali ke surau karena kita pernah di surau. Tapi anak-anak kita ndak pernah di surau dan sekarang tentu kita bangkitkan dia dari surau agar nanti dia kembali ke surau”. Ujar Benni Warlis, jumat (28/02/25)

Surau Ka’bah juga dimanfaatkan sebagai tempat syiar Islam, khususnya kepada remaja dan anak-anak warga setempat. Tujuan pembangunan Surau Ka’bah ini utamanya untuk mengembalikan fungsi surau sebagai tempat belajar beragam ilmu, keagamaan, rekreasi, hingga olahraga.

Harapannya, melalui surau ini dapat tercipta generasi emas yang menyeimbangkan pengetahuan intelektual, emosional, dan spiritual. Dalam rangka membina masyarakat, khususnya anak-anak, untuk akhlak yang lebih baik.

Untuk memanjakan wisatawan, semua sarana yang ada, seperti tempat parkir kendaraan dan masuk surau, tidak dipungut biaya alias gratis. Sementara di samping kiri dan kanan yang selama ini dijadikan tempat berdagang UMKM, selama Ramadan akan dimanfaatkan sebagai tempat berjualan beragam takjil khas daerah setempat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.