Koma.id, Jakarta – Setelah Bekasi, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menggeledah rumah tersangka Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (7/1).
Jubir KPK Tessa mengatakan tim penyidik menemukan dan menyita sejumlah barang bukti diduga terkait dengan kasus dugaan suap penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 yang turut menjerat Harun Masiku (buron) dan perintangan penyidikan atau obstruction of justice.
Sementara itu, Pengacara Hasto Kristiyanto, Ronny Talapessy menyebut tidak ada bukti konkrit disita penyidik KPK saat menggeledah kediaman pribadi dan rumah singgah sekjen PDI Perjuangan itu.
Ronny menyebut penyidik KPK dalam penggeledahan di Bekasi hanya menyita satu USB dan sebuah buku catatan milik staf Hasto, Kusnadi.
Disisi lain, adanya penetapan tersangka Hasto, eks kader PDIP Effendi Simbolon meminta Megawati Soekarnoputri mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum dan Hasto sebagai Sekjen. Effendi menilai Megawati sudah terlalu lama memimpin di PDIP. Sehingga, perlu pergantian pucuk pimpinan PDIP.













