Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Reformasi Total Polri

Views
×

Reformasi Total Polri

Sebarkan artikel ini
Reformasi Total Polri
Logo Polri (Foto Ilustrasi/Istimewa)

Koma.id, Jakarta – LBH Jakarta meminta Polri berhenti menggunakan istilah ‘oknum’ setiap kali anggotanya bermasalah.

Direktur LBH Jakarta, Fadhil Alfathan menuturkan, penggunaan istilah“oknum” kerap kali digunakan pejabat Polri ketika institusinya disorot secara negatif oleh publik.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurutnya, penggunaan kata tersebut merupakan upaya Polri untuk menyederhanakan persoalan dan lari dari tanggung jawab. Ria juga menyebut bahwa istilah oknum tidak lagi relevan dengan banyaknya kasus yang dilakukan anggota Polisi.

Mulai dari yang berpangkat Jenderal seperti eks Kepala Divisi Hubungan Internasional, Napoleon Bonaparte yang menerima suap miliaran, Inpektur Jenderal Teddy Minahasa yang terjerat masalah hukum karena menukar sabu barang bukti kasus narkoba dengan tawas, suap dan penggelapan dalam jabatan perkara narkotika yang melibatkan eks Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar Edwin Hatorangan Hariandja. LBH Jakarta menilai bahwa ini bukan lagi kesalahan dari perorangan, melainkan bagian dari kegagalan sistemik Polri secara keseluruhan.

Polri, kata Fadhil, harus melihat peristiwa ini sebagai permasalahan serius yang sudah berurat berakar dalam tubuh Polri secara institusional. Ia juga mendesak agar Kepala Kepolisian Polri Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen mereformasi total institusi kepolisian.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.