Koma.id, Jakarta – Ratusan mahasiswa menggelar unjuk rasa bela Rempang di depan kantor BP (Badan Pengusahaan) Batam, Senin 23 Desember 2024.
Unjuk rasa ini buntut penyerangan yang dilakukan pekerja PT Makmur Elok Graha (MEG) kepada warga Rempang, sehingga 8 orang warga mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Mahasiswa yang mengenakan almamater tersebut juga membagikan selembaran betajuk “Save Rempang”. Di dalamnya ditunjukan foto-foto warga Rempang yang luka-luka akibat penyerangan oleh sekelompok orang tersebut.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015 Abraham Samad mengkritisi kinerja aparat penegak hukum dalam melindungi dan mencegah terjadinya bentrok antarwarga dengan PT Makmur Elok Graha (MEG) di Kampung Sembulang Hulu, Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Samad bersama rekan aktivisnya, di antaranya Muhammad Said Didu turun langsung menemui warga Pulau Rempang dan mendengarkan aspirasinya. Menurut dia, bentrok di Rempang bukan yang pertama kalinya, sudah dua kali terjadi. Seharusnya dapat jadi pembelajaran agar tidak ada lagi korban yang memprihatinkan.













