Koma.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi terhadap kasus polisi tembak polisi di Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).
Prabowo tegas meminta agar Polda Sumbar menindak habis persoalan tambang ilegal. Presiden meminta agar semua yang terlibat dalam tambang ilegal ditindak tegas tanpa memandang siapa yang akan ditindak.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat mendatangi Polda Sumbar pada Senin (25/11) berharap penindakan terhadap semua yang berhubungan dengan tambang ilegal bisa dilakukan secepatnya.
Selain itu, kasus Polisi tembak Polisi juga membuka tabir gelap kejahatan tambang ilegal di Sumatra Barat.
Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumatra Barat, Ihsan Riswandi, menilai insiden ini sebagai peringatan keras. PBHI mencatat bahwa keterlibatan aparat dalam tambang ilegal bukanlah fenomena baru.
Artis hingga Anggota DPR Dukung Nadiem
Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan terdapat 2.741 lokasi tambang ilegal di Indonesia, dengan 96 di antaranya berupa tambang batu bara di Kalimantan dan Sumatra, serta sisanya berupa tambang mineral.
Menurut Ihsan, kematian AK Riyanto harus menjadi momentum bagi kepolisian untuk mengusut tuntas kejahatan ini.












