Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Pasca Viral Karangan Bunga BEM FISIP Unair, Ini Reaksi Menteri, Rektor, Hingga Pengurus BEM

Views
×

Pasca Viral Karangan Bunga BEM FISIP Unair, Ini Reaksi Menteri, Rektor, Hingga Pengurus BEM

Sebarkan artikel ini
BEM FISIP Unair Dibekukan Usai Kritik Satire ke Presiden Terpilih

Koma.id, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga atau BEM FISIP Unair dibekukan oleh Dekanat pascaviral karangan bunga satire untuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, mengatakan dirinya sudah meminta Rektor Universitas Airlangga untuk membatalkan pembekuan BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Satryo, kebebasan akademik tetap harus dijaga. Namun, kata dia, implementasinya bergantung pada pimpinan perguruan tinggi.

Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga (Unair) Mohammad Nasih buka suara soal pembekuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Menurut dia, kritik mahasiswa sebaiknya tidak membawa nama institusi kampus. Nasih mengimbau bahwa pihaknya tidak membatasi ekspresi mahasiswa.

Namun, kritik mahasiswa sebaiknya melalui saluran pribadi, bukan mengatasnamakan kampus. Sedangkan Dekan Fisip Unair Bagong Suyanto akhirnya mencabut kebijakan pembekuan Badan Eksekutif Mahasiswa di kampus itu.

Pembekuan dicabut usai pengurus BEM FISIP sepakat untuk menggunakan diksi yang tidak kasar saat memberi kritik.

Disisi lain, Presiden BEM FISIP Unair, Tuffahati Ullayyah mengatakan bahwa pihaknya akan terus kritis kendepannya. Namun, kritik akan memperhatikan koridor akademik. Tuffati Ulayyah juga mengaku mendapat teror dan intimidasi pascaviral karangan bunga tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.