Koma.id – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan bahwa hingga kini belum ada pengurus pusat partai beringin yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas ketua umum Partai Golkar. “Belum-belum, plt harus melalui rapat pleno DPP (Dewan Pimpinan Pusat),” kata Nurdin saat dihubungi di Jakarta, Minggu (11/8). Nurdin, saat ditanya mengenai jadwal rapat pleno DPP Partai Golkar, menjawab sampai saat ini belum ada jadwal yang ditetapkan. Belum ada, belum, belum,” katanya.
Begitu juga pernyataan dari Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Inovasi DPP Golkar Dito Ariotedjo. Ia membenarkan Golkar akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua umum untuk mengisi kekosongan jabatan jika Airlangga Hartarto mengundurkan diri.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
Namun, ia mengatakan belum ada sosok yang ditunjuk untuk mengisi kursi plt ketum Golkar saat ini. “Betul diisi Plt ketum, tapi belum ditentukan,” kata Dito.
Menurut informasi yang beredar di internal Golkar menyebut ada tiga opsi tokoh yang akan menjadi plt ketum Golkar setelah Airlangga mundur. Mereka diantaranya adalah Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK), Bahlil Lahadalia, dan Kahar Mudzakir.
Sebelum Airlangga menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketum Golkar. Masa jabatan Airlangga sebagai Ketum Golkar semestinya akan berakhir pada Desember mendatang bertepatan dengan digelarnya Munas.
Namun, belakangan ini Golkar tengah diterpa isu Munaslub. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Dewan Penasehat DPP Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan yang sempat kaget mendengar isu Munaslub Golkar untuk menyingkirkan Airlangga sebagai ketua umum.













