Gulir ke bawah!
BeritaHeadlineNasional

Jokowi Bentuk Satgas Judi Online, Tunjuk Hadi Tjahjanto Sebagai Nahkodanya

6157
×

Jokowi Bentuk Satgas Judi Online, Tunjuk Hadi Tjahjanto Sebagai Nahkodanya

Sebarkan artikel ini
Menko Polhukam ungkap 164 orang wartawan terlibat judi online, pemerintah memegang data hingga nama lengkap dan nomor teleponnya. (dok.Hadi.Tjahjanto)

Koma.id ‐ Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online sebagai salah satu langkah tegas dalam memberantas praktik judi online di Indonesia. Hal tersebut terkonfirmasi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi yang mengatakan penunjukan dilakukan melalui keputusan presiden yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Satgas tersebut akan dinakhodai Menko Polhukam Hadi Tjahjanto. “Sebelum ke sini saya sudah paraf. Ketuanya Pak Menko Polhukam, wakilnya Pak Menko PMK,” kata Budi dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta (13/6).

Silakan gulirkan ke bawah

Sementara Budi Arie ditunjuk sebagai Ketua Harian Bidang Pencegahan. Serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Ketua Harian Bidang Penegakan Hukum.

Budi menyebut pembentukan Satgas Judi Online sebagai bentuk perhatian khusus pemerintahan kepada kasus praktik ilegal yang sudah memakan banyak nyawa itu.

Pemerintah pun menurutnya membuka peluang untuk mengungkap kaitan judi online dengan pinjaman online ilegal. Ia merujuk temuan PPATK soal hal tersebut.

“Judol sama pinjol ilegal ini adik-kakak, saudara kandung ini. Nanti kita pokoknya ini memastikan pemberantasan judi online dan pinjaman online ilegal ini memang harus komprehensif,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang juga ditunjuk sebagai Wakil Satgas mewanti-wanti bahaya dan dampak dari aktivitas judi online. “Sudah sangat mengkhawatirkan judi online ini, karena sudah banyak korban,” kata Muhadjir.

Muhadjir menyebut tak hanya masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah yang melakukan praktik judi online. Kaum intelektual pun menurutnya menjadi korban dari judi online. “Tidak hanya segmen masyarakat tertentu misalnya masyarakat bawah saja. Tapi juga masyarakat atas juga mulai banyak, termasuk kalangan intelektual, kalangan perguruan tinggi juga banyak yang kena juga,” imbuhnya.

Muhadjir menyebut Kementeriannya mulai menyiapkan langkah pasti terkait temuan korban judi online yang semakin marak di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah memberikan advokasi kepada korban. Kemudian juga memasukkan korban ke dalam data DTKS sebagai penerima bantuan sosial. Tak hanya itu, korban yang mengalami gangguan psikososial juga akan dilakukan pembinaan.

Dikonfirmasi secara terpisah, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengatakan Satgas Pemberantasan Judi Online bakal menggandeng interpol dalam melaksanakan tugas. Hadi mengatakan kerjasama itu dilakukan lantaran server judi online berada luar negeri.

“Kita bekerja dengan Interpol, dengan Kemenlu, untuk bisa memfasilitasi agar server-server yang ada di luar sana bisa tidak mengakomodir kepentingan judi online dari Indonesia. Kita akan melakukan kerja sama,” jelas Hadi.

Hadi menjelaskan bahwa Satgas Pemberantasan Judi Online terdiri dari sektor pencegahan dan penindakan. Satgas penindakan bakal menyasar akun hingga situs terkait judi online. Selain itu, ribuan rekening diduga terkait judi online pun bakal ditelusuri.

“Kurang lebih 4 ribu sampai 5 ribu rekening yang sekarang sudah diblokir. Kemudian akan kita lakukan sesuai dengan ketentuan hukum. Kalau memang itu adalah rekening judi online, kita akan telusuri, dan uangnya akan kita ambil semuanya, kita serahkan kepada negara,” katanya.

Sementara satgas pencegahan, kata Hadi, bakal fokus pada sosialisasi di masyarakat. Berdasar data, 80 persen pelaku judi online berasal dari masyarakat kalangan tingkat menengah ke bawah. Ia menjelaskan nominal taruhan yang dilakukan masyarakat itu sekitar Rp100 ribu-Rp200 ribu. “Memberikan sosialisasi, pendampingan kepada masyarakat terdampak supaya tidak terjebak lagi pada permainan judi online,” kata Hadi.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.