Gulir ke bawah!
Nasional

PDIP Ungkap Prasetyo Edi Masuk Bursanya di Pilgub Jakarta 2024

5371
×

PDIP Ungkap Prasetyo Edi Masuk Bursanya di Pilgub Jakarta 2024

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Sekretaris Tim Pemenangan Pilkada PDIP Aria Bima mengatakan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi masuk menjadi kandidat dari PDIP di Pilgub Jakarta mendatang. Prasetyo bisa diajukan sebagai cagub atau cawagub dari PDIP.

“Ya Mas Pras (Prasetyo Edi Marsudi) menjadi salah satu kandidat, yang diusulkan untuk menjadi seorang calon gubernur, atau wakil gubernur,” kata Sekretaris Tim Pemenangan Pilkada PDIP, Aria Bima, di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (30/5/2024).

Silakan gulirkan ke bawah

Aria mengatakan pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan partai lainnya. PDIP sendiri juga siap berkomunikasi dengan partai apapun.

“Saya sebagai Sekretaris Pilkada masih terus membuka berbagai komunikasi politik, dengan siapapun partai politik kami siap melakukan berbagai komunikasi,” ujarnya.

Aria mengatakan PDIP juga siap berkomunikasi dengan partai yang mengusung paslon 01 atau 02 dalam pilpres kemarin, dalam pilgub kali ini. Sebab menurutnya, rivalitas dalam pilpres telah selesai.

“Termasuk dengan partai pengusung 01 dan 02 (di Pilpres 2024 kemarin). PDIP terbuka dnegan partai-patai politik siapapun, kita tidak melihat lagi kontestasi ini merupakan bagian daripada rivalitas pilpres,” tambah dia.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan saat ini PDIP telah mengantongi 8 nama yang berpotensi maju di Pilgub Jakarta. Hasto menyebut nama-nama tersebut sudah di tangan Megawati Soekarnoputri.

“Terkait Pilgub Jakarta, nama-nama baru dijaring dan ini sangat dinamis. Sudah ada 8 nama dan nama-nama besar sudah ada di kantongnya Bu Megawati,” ujar Hasto, di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Senin (13/5).

Hasto lantas bicara terkait nama politikus PDIP, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. Dia menyebut Ahok cocok dilibatkan pada sekolah partai untuk para kepala daerah.

“Saat ini kami sedang merancang sekolah partai untuk kepala daerah. Di situ kami juga melibatkan Pak Ahok, Bu Risma, dan Pak Ganjar untuk merancang kurikulum agar menjadi praktek dari keberhasilan para kepala daerah PDIP,” ucap Hasto.

“Keberhasilan para kepala daerah PDIP ini bisa diterapkan ke yang lain. Surabaya misalnya itu paling cepat dalam mengatasi stunting, di Semarang city farming itu dikelola dengan baik. Itu semua dari kepala daerah,” kata Hasto.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.