Koma.id– Suara pergerakan yang menuntut pemakzulan Presiden Joko Widodo masih terus menggema, dengan tokoh kontroversial Eef Saefulloh Fatah yang tampak menonjolkan diri.
Pakar politik, sekaligus tim sukses pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ini, dengan tegas menyatakan bahwa pemakzulan bukan hanya isapan jempol, namun didasarkan pada ketentuan konstitusi yang jelas.
Meskipun menghadapi tentangan dari elit politik dan kelompok pendukung Jokowi, Eep mempertahankan pandangannya, meyakinkan bahwa proses pemakzulan telah diatur dengan jelas dalam UUD.
“ Ada yang membela Pak Jokowi atau Pak Prabowo yang menyebut pemakzulan itu inkonstitusional. Itu Tidak benar karena UDD sendiri mengatur pemakzulan,”kata dia dalam kanal youtube Podcast Bisikan Rhoma Irama yang muncul beberpa waktu lalu.
Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung merinci pertemuan strategis antara Surya Paloh dan Megawati, yang mengindikasikan upaya bersama untuk melawan kepemimpinan Jokowi. Akselerasi isu pemakzulan semakin nyata, dengan potensi penguatan dari aliansi tersebut.
“Surya Paloh sadar bahwa publik ragu terhadap komitmennya untuk mendukung Anies. Makanya, ia harus menunjukkan bahwa ia serius untuk melawan Jokowi,” ujarnya seperti dilansir kanal You Tube Rocky Gerung Official.













