Koma.id – Wacana pemakzulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas dan menjadi sorotan utama publik Tanah Air. Isu ini tak hanya sekadar gosip, tetapi muncul sebagai topik serius yang dibahas oleh kelompok Petisi 100 dan diperkuat oleh aktivis senior dalam acara monumental, Peringatan 50 Tahun Peristiwa Malari yang berjudul “The Last Battle Democracy dan Lawan Politik Dinasti.” Acara ini digelar dengan megah di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Sementara itu ekonom senior INDEF, Faisal Basri, turut memberikan pandangan serius terkait isu pemakzulan Presiden. Faisal Basri menegaskan bahwa meskipun Pemilu telah berjalan, namun wacana pemakzulan tetap menjadi topik yang tak boleh diabaikan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa polemik politik di Tanah Air semakin kompleks dan mencuat ke permukaan, menambah tensi dalam dinamika politik nasional.
YLBHI: Urusan Begal Bukan Tugas Tentara
Sedangkan, Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, menekankan upaya pemakzulan Presiden tidak akan berhasil tanpa dukungan kuat dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pernyataan ini menjadi sorotan karena menyoroti fakta bahwa perjalanan wacana pemakzulan tidak hanya melibatkan keinginan masyarakat atau kelompok tertentu, tetapi juga harus melewati proses formal di lembaga legislatif.
Sekarang Bukan Lagi Isu Dwifungsi, TNI Dinilai Sudah Masuk ke Semua Sektor Dari MBG hingga Koperasi
Wacana pemakzulan Presiden Jokowi yang kembali mencuat ini tentu menambah warna dalam peta politik nasional. Dengan berbagai pandangan dari ekonom, pakar hukum, dan aktivis senior, isu ini menjadi pembicaraan hangat yang memantik ketertarikan publik.













