Koma.id– Kontroversi mengenai kunjungan kerja (kunker) Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir. Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Ari Dwipayana, membantah tudingan bahwa kunjungan tersebut merupakan upaya membuntuti agenda kampanye calon presiden (capres) PDIP, Ganjar Pranowo.
Menurut Ari Dwipayana, kunjungan kerja Jokowi ke berbagai daerah memiliki agenda yang beragam dan tidak pada kepentingan politik semata. Beberapa kegiatan yang dijalankan oleh Jokowi termasuk peresmian Proyek Strategis Nasional, monitoring program prioritas, pembagian bantuan sosial, dan kegiatan lainnya yang bersifat pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons terhadap berbagai spekulasi yang menyebutkan bahwa kunjungan Jokowi ke beberapa daerah dekat dengan lokasi kampanye Ganjar Pranowo. Sebagai contoh, kunjungan Jokowi ke Kabupaten Biak, Papua pada 22 November 2023, sejajar dengan kunjungan Ganjar ke Sorong pada 20 November 2023.
Selain itu, Ganjar juga melakukan kampanye di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1 Desember, yang disusul oleh kunjungan Jokowi ke NTT sejak 4 Desember 2023.
Meskipun fakta tersebut menciptakan ketegangan di tengah isu politik yang kian memanas, Ari Dwipayana menegaskan bahwa kegiatan Jokowi tidak dapat disamakan dengan agenda kampanye Ganjar Pranowo.







