Koma.id– Calon Presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, mengklaim bahwa sejak gemerlapnya pemilu langsung pada tahun 1999, baru pada Pemilu 2024 ini terkuaklah bayang-bayang potensi kecurangan dan manipulasi yang begitu menggoda.
Anies menyebut bahwa sebelumnya, masyarakat selalu dijejali optimisme bahwa pemilu akan berlangsung adil dan tanpa bayang-bayang kecurangan.
Qodari: Tuntutan Hentikan MBG Salah Besar
Drama politik juga semakin mengental ketika Anies, dikabarkan gagal meramaikan Indonesia Future Studium Generale yang diselenggarakan di Auditorium Magister Manajemen FEB Universitas Gadjah Mada (UGM). Kabar mengejutkan pun berhembus, di mana panitia mendeklarasikan pembatalan kedatangan Anies dengan alasan terkait unsur politis.
Tak hanya itu, sorotan juga menyoroti soal, juru bicara tim pemenangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Aiman Witjaksono. Bahkan Aiman dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.
Direktur Penegakan Hukum dan Advokasi Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud Ifdhal Kasim pun merasa prihatin, ia berpendapat bahwa pernyataan Aiman masih bersinggungan dengan batas kebebasan menyampaikan pendapat, yang tentu saja dilindungi konstitusi, namun mengapa dilaporkan?
Sementara itu, panggung politik semakin berwarna datang dari Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran. Airin Rachmi Diany diangkat sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah untuk pasangan nomor urut 2 di Banten, sementara Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ridwan Kamil, diamanahi sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran di wilayah Jawa Barat untuk Pemilihan Presiden 2024.
Jadi, antiklimaks dinamika politik menuju Pilpres 2024 semakin mendebarkan dengan setiap peristiwa yang sacara tersirat mempertaruhkan masa depan bangsa.













