Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Investasi Rp381 Triliun di Pulau Rempang Ciptakan 300 Ribu Lapangan Kerja

Views
×

Investasi Rp381 Triliun di Pulau Rempang Ciptakan 300 Ribu Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
Investasi Rp381 Triliun di Pulau Rempang Ciptakan 300 Ribu Lapangan Kerja

Koma.id Ketua Bidang Maritim, Kelautan, dan Perikanan BPP Hipmi, Fathul Nugroho, mengatakan pentingnya merealisasikan investasi langsung dari luar (Foreign Direct Investment/FDI) di Pulau Rempang. Menurutnya, ini akan membawa banyak manfaat bagi Indonesia, khususnya bagi warga Pulau Rempang, dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang signifikan.

Fathul menjelaskan bahwa nilai investasi yang mencapai Rp381 triliun memiliki potensi untuk menyerap tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang. Hal ini dianggap sangat menguntungkan untuk pertumbuhan ekonomi negara.

Silakan gulirkan ke bawah

Fathul juga berharap bahwa investasi besar di Pulau Rempang dapat melibatkan pengusaha lokal baru dalam mendukung rantai pasokan industri dan layanan di daerah tersebut. Dia menyatakan bahwa pengusaha lokal perlu mendapat dukungan dan pembinaan dari para investor, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pengusaha menengah dan besar di masa depan. Hipmi siap menjadi fasilitator antara investor, pemerintah, dan pengusaha lokal dalam hal ini.

“Nilai investasinya mencapai Rp381 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang. Ini sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Fathul.

Menurut laporan UNCTAD yang berjudul World Investment Report 2023, Singapura dan Indonesia merupakan dua negara dengan FDI tertinggi di Asia Tenggara pada tahun 2022. Singapura menduduki peringkat teratas dengan nilai investasi asing mencapai 141,21 miliar dolar AS pada tahun tersebut, mengalami peningkatan sebesar 7,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai FDI ini juga merupakan yang tertinggi dalam tiga dekade terakhir bagi Singapura.

Sementara itu, nilai FDI Indonesia mencapai 21,96 miliar dolar AS pada tahun 2022, menempatkannya di peringkat kedua di Asia Tenggara. Meskipun terjadi peningkatan sebesar 3,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pencapaian ini belum mencapai rekor tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Rekor tertinggi FDI di Indonesia tercatat pada tahun 2019, yaitu sebesar 23,88 miliar dolar AS.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.