Koma.id– Nama Tomy Winata, menjadi sorotan dalam proyek Rempang Eco City di Pulau Rempang, Kepulauan Riau. Proyek PT Makmur Elok Graha ini, tengah menjadi perbincangan publik lantaran sempat mendapat penolakan keras dari warga setempat.
Warga berbondong-bondong melakukan aksi demonstrasi, menolak langkah proyek yang dituduh mengancam eksistensi mereka.
Dalam perkembangan terbaru, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap insiden ini. Tidak hanya KAMMI, Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau juga angkat bicara.
Mereka merilis maklumat yang mengecam rencana relokasi masyarakat Melayu di Pulau Rempang Galang, Kota Batam. Ketua LAM Kepri Abdul Razak, dengan tegas menyampaikan bahwa LAM Kepri sebagai payung negeri sepenuhnya mendukung program pemerintah di segala bidang, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Setelah ini, kami pengurus langsung ke Batam menuju Polda, sekaligus meminta membebaskan seluruh masyarakat yang ditahan akibat peristiwa Rempang dan Galang tersebut,” kata Abdul Razak.







