Koma.id – Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Sulaiman Tanjung, meyakini bahwa bagi calon presiden yang nekat menggandeng Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres pada Pemilu 2024 akan menelan kekalahan.
Hal ini bukanlah omongan belaka, namun didasarkan pada hasil survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa pemilih PKB enggan memilih Muhaimin sebagai capres atau cawapres. Mengingat meskipun survei PKB mencapai 7 persen, namun elektabilitas Cak Imin hanya 0,4 persen.
Qodari: Tuntutan Hentikan MBG Salah Besar
“Jadi Gus Yahya itu tidak pernah mempermasalahkan PKB. Hanya yang beliau sesalkan itu ternyata pemilih PKB sendiri ogah sama Muhaimin. Ini ‘kan fakta; survei Kompas PKB 7 persen dan Muhaimin hanya 0,4’ Kan jomplang,” kata
Sulaiman, dikutip dari Tirto.id.
Selain itu, Sulaiman menjelaskan bahwa suara warga NU tersebar merata di berbagai partai politik, dengan PDI Perjuangan menjadi yang paling banyak dipilih, diikuti oleh Gerindra dan Partai Golkar. PKB baru berada di urutan keempat dalam pilihan warga NU.
Menurutnya Cak Imin tidak bertanggung jawab jika terus memaksa diri menjadi capres atau cawapres, karena elektabilitasnya yang sangat rendah, yaitu di bawah satu persen.
“Siapapun capresnya akan kalah jika wapresnya Muhaimin. Teorinya sederhana, wong PKB saja tidak bertanggung jawab akan rating Ketua Umumnya,” tutup Sulaiman.







