Koma.id– Dunia politik Tanah Air kembali menjadi sorotan ketika Golkar dan PAN, merapat ke koalisia Gerindra-PKB mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai capres 2024. Namun, seperti yang sering terjadi dalam politik, perubahan posisi dan dinamika internal tidak dapat dihindarkan.
Pegiat media sosial, Deny Siregar, turut memberikan pandangannya tentang peristiwa ini. Baginya tak lama setelah deklarasi PAN-Golkar posisi politik bakal bergeser secara dramatis menjelang batas waktu pendaftaran capres cawapres.
Pasalnya akan ada pertarungan sengit dalam upaya menentukan siapa yang berhak mengajukan calon wakil presiden.
Bahkan, perkiraan kejutan terbesar itu bakal muncul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memutuskan untuk keluar dari koalisi. Keputusan ini diambil karena PKB merasa bahwa kontribusinya tidak dihargai akibat posisinya mengusung cawapres tak terealisasi.
“Ribut siapa yang berhak ajukan cawapres. Akhirnya PKB keluar karena gak dihargai,” tulis Denny Siregar dalam akun Twitternya dikutip, Senin (14/8/2023).
Bila hal itu terjadi, lanjut Denny maka peristiwa ini membawa ingatan kepada situasi serupa yang terjadi pada tahun 2019. Ketika itu, dinamika politik juga mengalami gejolak dengan perubahan dalam posisi dan koalisi.
“Bisa-bisa posisi koalisi sekarang, mirip- dengan 2019,” pungkasnya.







