Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
KeamananPolhukam

Halau Virus Politik 2024, Roy FMS: Tindakan Preventif Polri Sudah Sangat Baik, Terasa di Masyarakat

Views
×

Halau Virus Politik 2024, Roy FMS: Tindakan Preventif Polri Sudah Sangat Baik, Terasa di Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Halau Virus Politik 2024, Roy FMS: Tindakan Preventif Polri Sudah Sangat Baik, Terasa di Masyarakat

Koma.id Aktivis 98 Yogyakarta, Roy FMS menganalogikan antara virus corona dengan virus politik ini. Menurutnya, keduanya sama-sama berbahaya menyangkut banyak massa.

“Kenapa virus politik lebih bahaya sebenernya sederhana, kita mencermati, bukan hanya caleg tapi juga partai pasti cari cara untuk menang,” dalam Podcast Koma Indonesia berjudul ‘Virus Politik Lebih Ganas dari Virus Corona, Rabu (9/8/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

“Untuk menang ini, mereka berpikir segala taktik dan strategi terus kemudian melihat merespons masyarkat itu paling mudah, maaf, dengan uang. Padahal itu edukasi nol sama sekali,” tegasnya lagi.

Jadi, dengan menghalalkan segara cara hingga politik uang ini yang dapat merusak dan berbahaya dari virus corona.

“Jadi ketika berusaham mencapai kemangan itu dengan segala cara, secara tidak sadar pelakunaya sudah mendidik masyarakat itu mendapatkan virus yang lebih bahaya dari corona,” jelas Roy.

Dikaitkan dengan Kamtibmas, menurut Roy, di satu sisi banyak pola kreatif, mendekatkan diri ke masyarakat dengan edukasi yang benar jadi bukan hanya dengan uang.

“Jadi keinginan masyarakat dekat dengan caleg itu sudah menjawab satu kebutuhan mereka tidak perlu dengan uang. Bayangkan kalau semua itu berlandaskan dengan uang terus kemudian kita menciptakan virus yang lebih besar lagi, virus korupsi,” ungkapnya.

Ditegaskannya, korupsi tak selalu soal uang, jabatan, kewenangan, Sehingga virus tersebut telah merasuk ke seluruh aspek lini masyarakat.

Sementara itu, dikatikan parpol yang belum mengumumkan cawpresnya, hal ini akan kan mendorng para elit politik memikirkan cara ‘kapan kita’, ‘kenapa bukan teman kita’, ‘suporternya siapa’ dan akhirnya ini sampai menggerus pada polarisasi sampai tingkat bawah.

“2019 kita sudah mengalami hal yang sedemikian dahsyat, mungkin kali ini kita rasa ada panasnya sudah terasa sebenarnya justru lebih berbahaya. Kenapa? hanya tingga satu atau dua pemantik lagi ini masyarakat di bawah itu akan bisa jadi lebih agresif atau reaktif jika tidak diedukasi dengan baik,” ungkapnya.

Jadi, lanjutnya, apa yang dilakukan oleh, pemerintah, polisi dan lain-lain tersebut sudah sangat baik. Dalam artian tindakan preventif, humanisme, sudah benar-benar terasa di masyarakat.

“Ukuran paling sederhananya, partisipasi masyarakat sekarang juga sudah sedemikian tinggi, itu sudah menjadi indikator bahwa masyarkat ini sudah merespons segala inisiatif yang dilakukan dan dimulai dari teman-teman kepolisian,” ujarnya lagi.

“Harapannya mereka yang berpeluang bandel dan memanfaatkan segala cara ini makin dipersempit ruang geraknya karena apapun hasil yang dilakukan atau didapatkan dengan tidak baik, mental traksaksional berdasarkan uang untuk jadi pemenang di tahun politik itu hanya akan menghasilkan generasi yang tidak rasional,” tukasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.