Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Antara NII & Al Zaytun Panji Gumilang yang Melanjutkan Perjuangan DI TII Kartosuwiryo ! Ken: Ada Haji Sendiri Mereka

Views
×

Antara NII & Al Zaytun Panji Gumilang yang Melanjutkan Perjuangan DI TII Kartosuwiryo ! Ken: Ada Haji Sendiri Mereka

Sebarkan artikel ini
Antara NII & Al Zaytun Panji Gumilang yang Melanjutkan Perjuangan DI TII Kartosuwiryo ! Ken: Ada Haji Sendiri Mereka
Ken Setiawan, Pimpinan NII Crisis Center dalam Silaturahmi Kebangsaan "Mewaspadai Penyimpangan Agama Melalui Doktrin Radikal" di Indramayu, Minggu (18 Juni 2023)

Koma.id, Jakarta – Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan angkat bicara soal gaduh Ponpes Al Zaitun pimpinan Panji Gumilang dan dikaitkan dengan Negara Islam Indonesia (NII). Ken Setiawan pun membeberkan bahwa visi misi NII mendirikan negara islam, melanjutkan perjuangan DI TII Kartosuwiryo.

Kata dia, ada 9 komandemen wilayah (KW), KW 1 priangan utara, KW2 Jateng pimpinan abu Bakar Ba’asyir & Abdullah Sungkar, KW 3 Jatim, KW 4 Makassar pimpinan Kahar Muzakkar, KW 5 Kalimantan pimpinan Abdul Ibnu Hajar, KW6 Aceh yang menjadi GAM, KW7 Jabar priangan selatan, KW8 Lampung, KW9 Jakarta Raya.

Silakan gulirkan ke bawah

“KW 9 Paling eksis karena korbannya anak muda. Ada juga yang jadi pelaku terorisme, JAD, JAT. KW9 ini di Jakarta, Panji Gumilang dekat dengan tokoh NII, dianggap cerdas karena lulusan Gontor. Makanya dia ada juga lembaga kerasulan,siasat perang. Cover nya perdamaian dan toleransi biar nggak ketahuan. Kelihatan pro pemerintah padahal aslinya tidak,” tegas Ken Setiawan.

Hal itu mengemuka dalam Webinar “Mewaspadai Penyimpangan Agama melalui Doktrin Radikalisme” yang diselenggarakan oleh NII Crisis Center, hari ini.

Kendati demikian, dibalik fenomena tersebut, apakah itu NII asli atau palsu, jika memiliki niatan mendirikan negara dalam negara, maka bertentangan dengan agama dan negara. Mereka tujuannya gerakan bawah tanah.

“Orang yang mau belajar dimanfaatkan Panji Gumilang, UUD, ujung-ujungnya duit. Boleh mencuri, merampok, menghalalkan segala cara. Novel “Tuhan Ijinkan Aku Jadi pelacur” itu NII. Jadi merampok orang kafir itu nggak apa kata mereka,” bebernya.

Masih kata Ken Setiawan, mereka ini menyelewengkan rukun Islam, katanya kalau tidak negara islam maka kafir. Pancasila katanya thogut. Mereka itu dididik jadi pemimpin negara.

“Jadi mereka cari uang. Mereka zakatnya bukan beras tapi uang. Memberi harta itu boleh, karena nanti kalau NII dan Al Zaytun menang nanti dikembalikan,” sebutnya lagi.

Dia juga menyebutkan bahwa Pengikut Pondok Pesantren Al Zaytun itu ada haji sendiri. Tiap 1 Muharam mereka satu Indonesia yang bergabung dalam kelompok NII itu berada disana. Thawaf bukan keliling Ka’bah, tapi keliling Al Zaytun 1200 Ha pakai mobil.

“Melempar jumroh bukan pakai batu tapi pakai sak semen, semakin besar semakin soleh. Mereka juga mengatakan Al Qur’an ini bukan dari Allah melainkan perkataan nabi Muhammad, berarti ini kan menodakan agama,” tambahnya.

“Al Zaytun membuat nama pesantren jelek. Kita berharap pemerintah adil, menyelesaikan masalah Al Zaytun ini. MUI agar mengeluarkan fatwa. Kemenag dengan bukti-bukti yang ada agar menindak Al Zaytun,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.