Koma.id – Berkat menjadi huffadz atau penghafal Al-Quran, Muhammad Alfian Masyuri kini bisa mewujudkan cita-citanya semasa kecil menjadi seorang polisi. Pemuda asli Bondowoso itu kini berpangkat Bripda dan bertugas di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur (Jatim).
Ia berhasil menjadi anggota polisi melalui jalur bintara proaktif prestasi pada tahun 2021. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan di pondok pesantren Nurul Taqwa di Bondowoso, Jawa Timur (Jatim). Dari situlah ia berhasil menjadi penghafal Al-Quran 30 juz yang selanjutnya bisa mengantarkannya menjadi anggota polisi.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
“Alhamdulillah melalui jalur penghafal Al-Quran, saya bisa diterima menjadi anggota polisi,” ungkap Bripda Muhammad Alfian Masyuri, Kamis (8/6/2023).
Karena telah hafal 30 juz Al-Qur.’an, Alfian di kepolisian diberi tugas khusus untuk mengajar para anggota polisi seangkatannya yang ada di Mapolda Jatim.
“Selain menjalankan tugas sebagai anggota Sabhara, saya juga mendapat mandat untuk mengajar Al-Quran dan ilmu agama yang saya miliki pada teman-teman seangkatan. Bahkan, setiap habis maghrib ada agenda rutin untuk khotmil Quran di masjid yang ada di Mapolda Jatim ini,” tambanya.
Menurut Karo SDM Polda Jatim, Kombes Pol Harry Kurniawan, perekrutan anggota polisi melalui bintara proaktif prestasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Polda Jatim. Hal ini sesuai arahan Kapolri menuju Polri yang presisi.
“Dengan adanya rekrutmen bintara proaktif, diharapkan Polri mendapatkan sumber daya manusia yang unggul dan berprestasi, sehingga lebih disegani masyarakat menuju Polri yang presisi,” terang Harry Kurniawan.
Ia menambahkan, keberadaan jalur bintara proaktif prestasi ini diharapkan bisa membuka peluang para santri untuk bergabung menjadi anggota polisi. Namun demikian, para santri tetap harus bisa memenuhi kualifikasi keahlian yang telah ditetapkan.







