Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Penyanderaan Pilot Susi Air oleh KKB, Ada Pihak Lain Ikut Bermain?

Views
×

Penyanderaan Pilot Susi Air oleh KKB, Ada Pihak Lain Ikut Bermain?

Sebarkan artikel ini
Penyanderaan Pilot Susi Air oleh KKB, Ada Pihak Lain Ikut Bermain?

Koma.id – Penyanderaan Kapten Philips Max Mehrtens, Pilot Susi Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya telah berlangsung hampir empat bulan. Hal ini memunculkan dugaan keterlibatan oknum atau pihak lain yang punya kepentingan tertentu.

Dugaan ini menyeruak saat KKB mengancam akan menembak Kapten Philips dalam waktu dua bulan ke depan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kenapa harus tunggu dua bulan? Kelompok Separatis Teroris (KST) ini kan bentuk dari kepentingan luar yang ujung-ujungnya adalah soal Sumber Daya Alam (SDA). Tidak mungkin ini (KST) berdiri tanpa ada yang mensupport kepentingan mereka, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” kata pengamat, Hari Purwanto, Sabtu (27/5).

Hari meminta pemerintah dalam hal ini TNI-Polri untuk berhati-hati dalam menjalankan misi. Pengusutan tindak kejahatan ini tidak boleh selesai pada pembebasan Kapten Philip saja, namun akar persoalannya yang mengarah ke aktor intelektual kasus ini harus diungkap.

“Karena itu, TNI/Polri harus menumpas KST ini ke akar-akarnya, bahkan sampai siapa yang memainkan skenario KST ini,” tegas Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) ini.

Diketahui Kapten Philips Max Mehrtens disandera KKB tepatnya sejak 7 Februari 2023. Usai mendarat di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Kapten Philips yang mengoperasikan pesawat Susi Air jenis Pilatus Porter dengan nomor penerbangan SI 9368 itu hilang kontak.

Sejauh ini pihak TNI-Polri telah melakukan pencarian. Namun faktor cuaca, medan pegunungan, serta berbaurnya KST dengan penduduk setempat, menjadi hambatan operasi.

Pihak KKB mengultimatum pemerintah Indonesia untuk segera bertindak, kalau tidak maka Kapten Philips akan ditembak dalam kurung waktu dua bulan ke depan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.