Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HeadlineHukumKeamanan

Sesalkan Bentrok Antar Personel Aparat Negara, ISESS: Sinergitas TNI-Polri Muncul Justru di Daerah Operasi Keamanan

Views
×

Sesalkan Bentrok Antar Personel Aparat Negara, ISESS: Sinergitas TNI-Polri Muncul Justru di Daerah Operasi Keamanan

Sebarkan artikel ini
Sesalkan Bentrok Antar Personel Aparat Negara, ISESS: Sinergitas TNI-Polri Muncul Justru di Daerah Operasi Keamanan
Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto.

Koma.id Pengamat Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto mengatakan bentrok antar personel aparat negara sangat memprihatinkan dan layak disesalkan.

“Dan mengkonfirmasi bahwa sinergitas TNI-Polri masih sebatas seremoni, belum menyentuh substansi kedekatan dari hati ke hati,” kata Bambang pada Kamis (27/4/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Dia menegaskan bahwa setiap ada problem selalu diselesaikan dengan lebih mengedepankan emosi. Seremoni, lanjut dia, yang ditunjukkan salam-salaman antar atasan ternyata hanya sebatas permukaan.

“Tampak harmoni sesaat saja, tapi seolah tak ada jejak bila ada masalah. Dan menjadi ironi, konflik-konflik tersebut justeru di tempat-tempat yang harusnya aman dan damai,” tegas Bambang.

Dikatakan dia, sinergi terjadi antara TNI-Polri sebenarnya justeru muncul di daerah-daerah operasi keamanan seperti Papua.

“Mengapa itu terjadi? Di antaranya memiliki musuh bersama, nasib yg sama yang memaksa mereka mau tak mau harus bekerja sama. Tetapi di wilayah yg aman, justeru karena tupoksinya berbeda mereka malah bermasalah,” ujar dia lagi.

Menurutnya, perbedaan tupoksi tersebut menjadikan dalam penegakan hukum Polisi seringkali berhadapan dengan masyarakat yangg melakukan pelanggaran hukum.

“Sementara Tentara berada menjadi bagian dari masyarakat juga. Problem tersebut diperparah dengan fakta-fakta bahwa seringkali Polisi tidak menjalankan tugas dengan benar dan adil dalam penegakan hukum,” ujarnya.

“Sementara anggota TNI merasa memiliki kekuatan, disiplin, senjata, dan korsa, akibatnya munculah konflik-konflik tersebut,” tukasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.