Koma.id – Polres Yahukimo kini dalam proses mendalami peristiwa terbakarnya bangunan SD YPK Metanoia di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Yahukimo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin, 13 Maret 2023.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, Selasa (14/3/2023) mengatakan, penyidik tidak hanya melakukan olah TKP, melainkan juga mengumpulkan keterangan dari warga atau saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
“Dari berbagai keterangan saksi juga kami kumpulkan untuk menambah bukti-bukti yang kami dapatkan,” kata Kombes Benny dalam keterangannya.
Hasil olah TKP, penyidik mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti alat pahat, kain yang sudah terbakar, botol air mineral besi minyak, grendel pintu dan sebatang kayu yang sudah terbakar.
Kombes Benny menjelaskan bahwa dalam olah TKP, penyidik mengalami kendala lantaran minimnya saksi di lokasi kejadian. Namun, penyidik mengaku akan berusaha semaksimal mungkin mengungkap peristiwa kebakaran itu.
Diketahui, terkait terbakarnya sekolah tersebut, TPNPB-OPM sebelumnya mengklaim bahwa kejadian itu merupakan ulah dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dibawah pimpinan Elminus Kobak. Namun, Kabid Humas Polda Papua membantahnya.
“Itu tidak benar dan tidak dapat di pertanggungjawabkan. Polres Yahukimo saat ini masih mendalami dengan mengumpulkan informasi dan bahan keterangan terkait penyebab kebakaran,” tegasnya.
Dalam keterangan TPNPB-OPM menyebut, sekolah itu dibakar pada hari Minggu, 12 Maret 2023, dilakukan oleh Wene Kobak dan Tiruan Bonny Sobolim atas instruksi Elkius Kobak selaku pimpinan Kodap XVI Yahukimo.













