Koma.id – Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut, Jawa Barat mengumpulkan para Ulama dan pimpinan pondok pesantren untuk menyikapi perpolitikan di tanah air, terutama menjelang tahun politik 2024.
Hasil kajian batsul masail ratusan Kiyai dan Ulama di lingkungan Nahdlatul Ulama memutuskan tidak adanya kewajiban warga negara untuk mengusung sistem pemerintahan khilafah di indonesia dan membebaskan warga NU untuk berpolitik dan memilih partai masing-masing.
Jelang pemilu serentak tahun depan, Ketua LBM PCNU Abdullah Syafi’i juga mengingatkan agar dalam momen pemilihan Presiden hingga pemilihan Legislatif tahun depan agar umat islam jangan mudah diadudombakan karena beda pilihan, atau beda partai yang dinaungi.
“Umat Islam harus jaga kondusifitas, jangan mudah diadudomba karena beda pilihan atau partai. Jangan juga mudah terprovokasi, tinggalkan seruan politik identitas.” pungkasnya.













