Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Selain Kutuk Pembakaran Al Quran, Pemerintah Indonesia juga Berupaya Redam Potensi Konflik agar Tidak Meluas

Views
×

Selain Kutuk Pembakaran Al Quran, Pemerintah Indonesia juga Berupaya Redam Potensi Konflik agar Tidak Meluas

Sebarkan artikel ini
Ma'ruf Amin.
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin.

Koma.id – Aksi pembakaran Al Qur’an di Swedia, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan bahwa hal tersebut bukan bentuk kebebasan berekspresi.

“Jadi saya kira tidak betul kalau itu merupakan kebebasan berekspresi, kemudian orang boleh seenaknya tanpa mementingkan hak orang lain, pihak lain,” kata Ma’ruf dalam keterangan resmi diterbitkan Setwapres, Kamis (26/1), merespons pembakaran Alquran di luar negeri.

Silakan gulirkan ke bawah

“Memang peristiwa itu bisa memicu konflik, bahkan kalau kita tidak bisa menjaganya, potensi konflik itu bisa melebar, terjadi di berbagai negara lain,” pinta dia

Ma’ruf berpendapat ucapan yang terlontar dari seseorang punya potensi membawa permusuhan, apalagi sampai membakar dan menyobek Alquran. Ia berpesan tindakan penodaan agama dalam bentuk apapun dan di manapun harus dicegah. Termasuk dengan pemberian sanksi bagi para pelakunya.

“Di negara kita, alhamdulillah kita sudah bisa selalu menjaga yang disebut sebagai penodaan agama. Oleh karena itu, bagi kita, kita cegah penodaan agama itu, harus kita beri sanksi, supaya tidak terjadi dan menimbulkan konflik,” pesannya.

Ma’ruf menyatakan pemerintah Indonesia telah mengambil sikap tidak hanya mengutuk keras, tetapi juga berupaya meredam potensi konflik yang lebih luas akibat aksi tersebut.

“Ini pemerintah sudah membuat nota diplomatik protes tentang peristiwa ini dan telah memanggil Duta Besarnya,” ucap dia.

Sebelumnya politikus sayap kanan Swedia Rasmus Paludan membakar Alquran dalam demonstrasi di depan Kedubes Turki di Stockholm pada Sabtu (21/1). Tindakan Paludan lantas menuai kecaman dari negara-negara dengan mayoritas muslim terbesar.

Duta besar Swedia di beberapa negara-negara mayoritas muslim bahkan memprotesnya akibat aksi Paludan yang seakan dibiarkan pemerintah negara Eropa itu.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.