Koma.id– Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menegaskan pihaknya masih menyelidiki penyebab kerusuhan di pabrik smelter milik PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) pada Sabtu (14/1/2023).
Pasalnya, kerusuhan tersebut menyebabkan dua korban tewas dari tenaga kerja asing (TKA) dan lokal.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
“Kita sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggal dunia dari TKI dan siapa dari TKA kenapa dia meninggal dunia, saya akan lakukan penyelidikan ini semuanya,” kata Rudy Minggu (15/1/2022).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranoto, mengatakan bentrok di PT GNI itu bukan masalah TKI dengan TKA. Tetapi tuntutan dari tenaga kerja yang bergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) terhadap perusahaan.
“Karena mogok kerja kemudian ada anarkis lalu ada gesekan dengan pekerja di dalam,” ucapnya.
Terkait kasus ini puluhan orang telah diamankan dan hingga kini masih dalam pemeriksaan kepolisian.













