Koma.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membeberkan capaian kinerja lembaganya di hadapan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dalam peringatan puncak Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 di Jakarta, Jumat (9/12/2022).
Pertama, Firli menyinggung soal Survei Penilaian Integritas (SPI) pada tahun 2021 yang mencapai angka 72,4.
“Syukur alhamdulillah, Survei Penilaian Integritas kita mencapai di angka 72,4. Tentu angka 72,4 bukan sekadar angka, melainkan kita bisa mempertahankan, kita bisa menaikkan, kita bisa memperbaiki titik-titik mana yang masih terjadi tindak pidana korupsi,” kata Firli.
Angka 72,4 tersebut di atas target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024, yakni 70.
Berikutnya, dia juga membeberkan skor Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) pada tahun 2022 yang mencapai angka 3,93.
“Tahun 2022, mencapai angka 3,93 lebih dari tahun lalu 3,88. Ini menunjukkan upaya-upaya kita sadar akan budaya antikorupsi perlu dikembangkan,” ujar Firli.
Adapun skor IPAK ialah 0—5, nilai indeks makin mendekati 5, menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku makin antikorupsi.
Ia juga mengungkapkan lembaganya telah melakukan 28 kajian pada tahun 2022. Dari 28 kajian itu, sebanyak 18 telah selesai dan disampaikan ke kementerian/lembaga terkait, sedangkan 10 kajian masih proses pengkajian KPK.
Lebih lanjut, Firli juga membeberkan soal penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2022 dengan jumlah total wajib lapor adalah 383.147. Sementara itu, yang telah menyampaikan LHKPN sebanyak 375.878 atau 98,10 persen.
Terkait dengan kinerja penindakan KPK sepanjang Januari—November 2022, Firli menyebutkan pihaknya telah menetapkan 115 orang sebagai tersangka.
Ketua KPK menyebutkan tahap penyelidikan sebanyak 112 dari target 120, penyidikan 116 dari target 120, penuntutan 108 dari target 120, hingga asset recovery (pemulihan aset) dari penanganan kasus dugaan korupsi senilai Rp494,54 miliar.
“Saya berkeyakinan karena kerja keras kita semua pada tahun 2045 Indonesia akan antikorupsi, memiliki suatu budaya, budaya antikorupsi. Kita wujudkan Indonesia emas, Indonesia tanpa korupsi,” ucap Firli.
KPK pastikan kasus Formula E tetap berjalan
Sebelumnya, pada Kamis (8/12/2022) dinihari dalam jumpa pers mengatakan bahwa, penyelidikan kasus dugaan rasuah terkait penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta masih tetap berlangsung.
Lembaga antikorupsi ini menegaskan, pengusutan kasus tersebut tidak terganggu dengan kepentingan pemegang kekuasaan manapun.
“Penyelidikan Formula E tetap jalan, tidak pernah terganggu karena pada prinsip kerja KPK. KPK tidak pernah terganggu dengan kekuasan manapun,” kata Firli.
Firli menekankan, pihaknya bekerja secara independen. Dia menegaskan, kinerja KPK berdasarkan aturan Undang-Undang yang berlaku. “KPK adalah lembaga negara dalam rumpun eksekutif dan dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya tidak terpengaruh oleh kekuasaan manapun,” kata dia.













