Koma.id– Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta, mengatakan akibat ketidakmampuan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan berupaya menutupi kelemahannya, KKB mulai memainkan propaganda menakut-nakuti masyarakat Papua.
Salah satunya dengan mengeluarkan pernyataan bahwa, baik pedagang atau pendulang emas bakal ditembak mati jika bertemu dengan mereka.
“Mereka memang melakukan aksi teror tidak hanya secara fisik yang menimbulkan korban, tapi juga melakukan propaganda yang menakuti masyarakat dan lainnya,” kata Stanis kepada Koma.id, Senin (5/12/2022).
Menurut Stanis, untuk mematahkan aksi teror KKB, negara harus hadir membentengi masyarakat secara berkelanjutan, sehingga upaya propaganda mereka tidak berefek dan masyarakat tetap bekerja seperti biasanya.
Lalu, negara juga harus menindak tegas semua anggota KKB karena telah menggunakan senjata menakut-nakuti masyarakat di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Tidak perlu takut dengan isu-isu internasionalisasi Papua karena ini Negara Indonesia aparat keamanan mempunyai tugas pokok untuk melindungi masyarakat mempertahankan NKRI,” tutup Stanis.
Sebelumnya beredar statement Jeffrey P Bomanak dari Markas Besar OPM TPNPB Victoria pada tanggal 02 Desember 2022 tentang pengakuan penembakan yang dilakukan TPNPB Kodap Yahukimo terhadap aparat keamanan di Kabupaten Yahukimo.
Kemudian mereka juga menegaskan semua yang menjadi pedagang atau pendulang emas di wilayah Yahukimo, akan tembak mati bila tidak segera angkat kaki dari Yahukimo.







